Meraih Mimpi dengan Menulis

Para Petani yang Mencintai Setulus Hati

Para petani adalah simbol dari para pecinta yang sebenarnya seorang penyayang. Mereka mendedikasikan seluruh tenaga dan semangatnya untuk menghidupi apa yang dicintainya.

Mereka mengingatkan dan menyadarkan bagaimana seharusnya kita menjadi pekerja yang berlandaskan cinta.

Ia mencintai dengan tindakan nyata. Berjuang untuk menghidupkan dan memetik hasil dari kerja kerasnya sebagai pecinta.

Sebelum musim tanam tiba, ia menggarap lahan, mencari cara agar tanah itu subur. Ia membuang batu-batu dan akar-akar yang berpotensi mengganggu benih yang hendak ditanamnya.

Adagium para petani yang familiar di masyarakat Madura. "mon atane, atanak" ( jika bertani, maka pasti makan).


Para petani adalah para pekerja di ladang perjuangan.

Ketika masih proses menanamkan benih ke ladang yang digarapnya. Ia tiap waktu, terutama di pagi hari untuk menengok serta menyirami benih-benih tumbuhan itu, di kala masih dalam proses pertumbuhan. Menyiraminya dan menjadikannya layak hidup.

Ia membasmi segala hama dan mengusir burung-burung yang berusaha mengganggu dan merusak benih ketika sudah beranjak mekar.

Setelah perjuangan yang tiada kenal lelah selama berminggu-minggu, ladang yang digarapnya pun nampak menjadi sebidang tanah yang membawa harapan.

Petani itu seperti mengajarkan bagaimana kita seharusnya melampiaskan rasa cinta.

Mencintai sama dengan merawat dan menjaganya dan tak segan melawan siapapun yang datang mengusik.

Selamat berpikir 🍀
Labels: Essai

Thanks for reading Para Petani yang Mencintai Setulus Hati. Please share...!

0 Komentar untuk "Para Petani yang Mencintai Setulus Hati"

Back To Top