Meraih Mimpi dengan Menulis

Menulis Buku dengan Cara Bercerita

Ditulis Fendi Chovi

KESULITAN saat menulis buku seringkali dikeluhkan banyak orang. Padahal, menulis buku itu gampang dan saya menyelesaikan hanya butuh satu bulan.

Demikian ungkap Novie Chamelia, saat dialog buku berjudul Semudah Bermain Catur. Digelar di Rumah Adat Art Gallery, Sumenep, Minggu, 17 Januari 2016 bersama para budayawan serta pemerhati pendidikan Madura.


Penulis buku ini berbagi pengalaman, inspirasi, serta trik menggali ide dan bagaimana menuliskannya. Buku tersebut berisi catatan pendek petualangan Novie serta pandangannya terhadap kehidupan masyarakat.

“Saya menulis tidak selalu apa yang saya ketahui, tetapi lebih pada apa yang saya sukai. Jadi, saya menulis untuk menyampaikan sesuatu. Bukankah itu prinsip menulis yang paling mendasar,” papar Novie.

Perempuan jebolan Magister Prodi Sosiologi Universitas Indonesia (UI) Jakarta ini, mengaku terinspirasi menulis ketika bertemu dengan banyak orang dan peristiwa di sekitarnya.

“Saya termotivasi menulis karena ketika setiapkali bertemu orang, Saya selalu merasakan peristiwa yang membuat saya penasaran dan Tuhan memberikan jawaban setelah saya menulisnya,” ujar Novie.

“Ternyata ilmu Tuhan di dunia ini tidak sebatas apa yang kita lihat. Ilmu Tuhan juga ada yang tak terlihat. Untuk itulah, Tuhan menjadikan manusia berbangsa-bangsa dan berbeda tradisi, bahasa, budaya. Sebab di setiap bangsa itulah, ada ilmu Tuhan yang bisa dipelajari manusia. Di situlah, menariknya saya menuliskan sesuatu,” jelasnya panjang lebar.

Novie mengakui jika buku yang ditulisnya adalah potongan cerita catatan lama dan kemudian diedit dan dipermak ulang sehingga menjadi catatan utuh dan dicetak menjadi buku.

Sekali lagi Novie meyakinkan jika menulis buku itu gampang, sebab kita tinggal bercerita, lalu mengedit dan membagikannya  kepada pembaca. 

Benar bukan?

Tulisan ini pernah dipublikasikan di sini (arsip)

0 Komentar untuk "Menulis Buku dengan Cara Bercerita"

Back To Top