Meraih Mimpi dengan Menulis

Terkenal Sejak Masa Kolonial, Pesona Talaga Bodas Senantiasa Memikat Untuk Disinggahi

Oleh : Fendi Chovi *

Pertama kali melihat keindahan Kawah Talaga Bodas di media sosial, saya langsung jatuh cinta untuk mengenal lebih dekat dengan destinasi wisata di Garut ini.

Terlebih, destinasi wisata yang terkenal sejak masa kolonial ini cukup memanjakan mata untuk dijadikan lokasi berswafoto.

Melalui tulisan ini, saya bermaksud untuk mengexplorasi keindahan salah satu destinasi wisata yang terdapat di kabupaten Garut.

Pemandangan Kawah Talaga Bodas.
(Sosial Media Riki_Rikarya)


Kawah Talaga Bodas. Destinasi wisata ini sudah dikenal sejak masa kolonial, yaitu pada masa Belanda. Untuk melihat jejak destinasi wisata ini di masa lalu, fotografer Belanda bernama Margarethe Mathilde Weissenborn, akrab disebut Thilly Weissenborn, yang  asli keturunan Jerman itu diabadikan di sebuah kantor pos pada 4 Februari 1932.

Tidak mengherankan jika kemudian, daya tarik Kawah Talaga Bodas saat itu menjadi wisata bagi orang-orang Eropa. Nama Talaga Bodas mendorong Gubernur Jenderal Hindia Belanda menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata pada 4 Februari 1935. Namun, sejak kejadian terbakarnya kampung papandak tahun 1935. Wisata itu mengalami kemunduran.

Melibat sejarah Talaga Bodas ini, dukungan dan atensi pemerintah setempat untuk merawat destinasi wisata ini benar-benar layak untuk diapresiasi. Harapannya ke depan, wisata di Garut ini benar-benar bisa dikelola buat tempat berwisata yang lebih baik.

Apa yang akan kita lakukan jika berpelisir ke Talaga Bodas? 
Kalau saya sendiri pasti akan membangun tenda untuk berkemah. Menikmati suasana berkemah atau camping di pinggir di dekat kawah talaga bodas adalah cara paling menarik dan sensasional. Setidaknya, bisa untuk refresing serta mencari ketenangan dan inspirasi. Banyak spot menarik yang memanjakan mata dan bisa untuk berswafoto.

Di malam hari, kita juga bisa melihat keindahan bintang-bintang di waktu malam hari. Menarik, kan?

Kawah Talaga Bodas. Destinasi wisata ini berada di desa Sukamenak, di kawasan Wanaraja, Garut. Dari sejumlah portal online yang saya baca, perjalanan ke lokasi hanya memerlukan jarak sekitar 25 km. Kalau kalian mau naik kendaraan umum, kamu bisa memilih jurusan Garut dan Wanaraja di Terminal Guntur.

Perjalanan ke tempat ini sangat mudah ditempuh. Namun, rute ke lokasi perlu dibenahi. Sebab, beberapa review pengunjung jalan menuju lokasi masih belum difasilitasi secara maksimal.

Suasana di dekat Kawah Talaga Bodas
(Diambil dari berbagai sumber)

Kawah Talaga Bodas merupakan destinasi wisata yang sungguh menarik untuk dikunjungi. Talaga Bodas menyajikan eksotisme alam yang membuat pengunjung bangga untuk sekadar berswafoto.

Talaga bodas menyimpan keunggulan untuk  dipamerkan dan  dipromosikan kepada wisatawan domestik dan wisatawan Manca. Menurut saya, destinasi wisata ini perlu dipromosikan sebaik mungkin agar para pengunjung terus bertambah.

Perbaikan dari tahun ke tahun harus mulai dilakukan setiap saat. Agar para pengunjung yang datang ke Talaga Bodas merasa nyaman.

Nah, berdasarkan pemberitaan  dari Kompas.com disebutkan jika pengunjung dari tahun ke tahun menunjukkan angka positif dan mencapai pada angka 60.000 wisatawan di tahun 2019.

Jadi, harapan untuk mengembangkan dan menarik wisatawan untuk berkunjung ke talaga bodas akan semakin terwujud.

Bagaimana caranya?

Perlunya Promosi yang Berkelanjutan

Saat ini, para pelaku wisata, pemerintah dan investor harus saling bersinergi agar tercipta destinasi wisata yang layak dipromosikan.

Setidaknya, wisata di daerah bisa menjadi faktor utama yang ikut membantu percepatan pembangunan. Citra sebuah daerah juga ditentukan oleh sektor pariwisatanya. Masyarakat menilai jika baik tidaknya pariwisata itu ikut menentukan wilayah tersebut. 

Strategi untuk meningkatkan itu yaitu dengan memanfaatkan internet agar bisa menjadi tulang punggung daerah. Promosi wisata harus berjalan beriringan antara duta wisata, pegiat wisata, agent travel, pemilik homestay dan penjaja kuliner.

Pemanfaatan internet juga sangat potensial untuk mengait orang untuk datang dan menghabiskan liburan mereka di tempat destinasi wisata yang dikelola.

Untuk itu, Smart Tourisme juga diperlukan di dalam memajukan serta mengenjot pariwisata lokal  dan pendekatan yang digunakan benar-benar baik, mudah diakses, salah satunya menggunakan sosial media. 

Pengelolaan website dan sosial media sangat diperlukan. Sebab, tidak sedikit wisatawan  domestik dan manca menggunakannya sebagai rujukan. 

Pelaku industri pariwisata kudu memanfaaatkan smart tourism ini dengan harapan untuk menarik wisatawan berkunjung. Smart Tourism ini tidak akan berjalan tanpa adanya sinergi antara pemerintah dan pelaku wisata daerah dan masyarakat. 

Saat ini tantangan bagi pegiat pariwisata adalah melibatkan anak-anak muda dalam pembangunan pariwisata. Mereka harus merasa ikutserta untuk memiliki  perasaan bangga dan perasaan memiliki terhadap kekayaan alam di sekitarnya.

Menjual Pesona Talaga Bodas

Potensi dari telaga bodas cukup signifikan untuk aset daerah. Setidaknya, wisata ini perlu dirawat agar bisa dinikmati  kaum milenial, ibu rumah tangga untuk menikmati akhir pekan dengan cara camping.

Nah, untuk menjual wisata talaga bodas ini dengan ngecamp tidak lain karena budaya camping di kalangan anak-anak muda merupakan hal yang paling menarik dilakukan. 

Menurut laporan dari North American Camping Report 2019, yang disponsori Kampgrounds of America, ternyata banyak generasi milenial dan Gen X yang mengindentikasi diri mereka sebagai penggemar kemah. Penelitian melalui Survei ini digelar di Amerika Serikat dan Kanada.

Jadi, apa yang membuat generasi milenial suka berkemah, setidaknya 30 persen generasi milenial mengatakan jika peristiwa besar dalam hidup mereka yaitu memiliki anak menyebabkan mereka senang untuk berkemah. Tujuan mereka berkemah karena mencintai alam bebas.

Hasil penelitian menyatakan jika para milenial menghabiskan dua jam di alam dapat membangkitkan kesehatan mental dan terhubung dengan alam serta mencabut kabel internet dan perangkat elektronik.

Kegiatan hiking yang sering disertai camping memberikan latihan yang baik. Talaga Bodas memiliki panorama alam yang menawan dan sensasi menuju ke lokasi juga memiliki medan sangat menantang untuk dinikmati.

Jika mencintai fotografi bisa mengabadikannya aneka spot yang menarik untuk di pamerkan di Gawai. Tentu hal, yang paling menarik adalah sensasi berendam di pemandian panas yang membuat kita sejenak bisa menghilangkan rasa penat. 

Perjalanan menuju lokasi kolam rendam ini hanya memerlukan perjalanan 200 meter ke arah kanan. Tapi, di musim hujan kalian harus berhati-hati karna jalannyan sangat licin. Sehabis mandi, kalian jiga bisa mengunjungi sebuah curuk di dekat.

Tinggal jalan kaki. Kamu akan tiba di sana. Fasilitas yang ditawarkan  di pemandian itu yaitu fasilitas kamar ganti, kamar mandi dan mushallo. Di arena parkir juga terdapat beberaapa penjual makanan dan minum.

Perlu diketahui juga. Air kawah di telaga Bodas mengandung gas solfatara menjadikan telaga ini lebih asam dan korosif. Terlebih, kondisi dari tempat ini, view Gunung Galunggung juga semakin menambah potensi untuk memikat para pengunjung. 

Talaga Bodas memiliki ketinggian 1.500m lebih di atas permukaan laut dan dikelilingi pemandangan yang luar biasa.

Usulan Buat  Setempat

Saya perlu memberikan  saran-saran agar ke depan wisata ini bisa dikembangkan sebaik mungkin. 

Melihat potensi di Talaga Bodas maka pemerintah harus bersungguh-sungguh  di dalam upaya untuk mengembangkan pariwisata ini agar terus dikenal dan dikunjungi masyarakat.

Setidaknya, inilah cara agar Pemkab setempat ikut mengawal pewajahan pariwisata yang kian bersolek dan menarik buat disinggahi.

Inilah yang kudu dipikirkan bersama-sama.


Referensi

https://alampriangan.com/wisata-kawah-talaga-bodas-garut/
https://rijalmaulana.com/sejarah-harga-tiket-masuk-camping-di-kawah-talaga-bodas-garut/
https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/travel/read/2019/06/07/114500927/libur-lebaran-sejumlah-destinasi-wisata-di-garut-diserbu-pengunjung
https://www.google.com/amp/s/m.trubus.id/amp/29987/cinta-alam-jumlah-millenial-yang-hobi-camping-makin-meningkat
https://blog.gamatechno.com/pariwisata-indonesia/



Biodata Penulis

* Fendi Chovi, anggota komunitas blogger Plat-M, Madura dan Forum Lingkar Pena (FLP) Sumenep.
Aktif menjadi pewarta warga serta menulis esai, resensi dan puisi.
Karya tulisnya dibukukan dalam antologi buku : Ini Baru  CIPO (Harian Surya, 2017) Kitab Santri (2018).
Mengisi artikel di beberapa media cetak dan portal online serta blog personal ajernoles.id 
Bisa dihubungi melalui akun twitter @fendi.chovi




Labels: Feature

Thanks for reading Terkenal Sejak Masa Kolonial, Pesona Talaga Bodas Senantiasa Memikat Untuk Disinggahi. Please share...!

0 Komentar untuk "Terkenal Sejak Masa Kolonial, Pesona Talaga Bodas Senantiasa Memikat Untuk Disinggahi"

Back To Top